Flip!

Sekitar 3 harian yang lalu saya ingat punya janji dengan Flip untuk membuat review dalam bentuk tulisan.

Ada yang belum tau, Flip itu apa?

Hayuuklah kenalan 🙂

Flip adalah salah satu aplikasi keren milik teman saya lho 😀 *haha dak penting* dan waktu pertama kali tau, yang muncul di pikiran saya adalah “hmm, kok bisa ya. Gimana tuh caranya?”

Jadi Flip adalah aplikasi yang menyediakan layanan untuk transaksi antar bank tanpa biaya. Di bawah nanti akan saya sertakan screen capture aplikasi milik saya ya!

Dulu saya sering mendengar keluhan mengenai transfer antar bank dengan pungutan yang lumayan mahal untuk biaya administrasi #maklum #anakkos 😀 atau #anakkuliahan wkwk

Dengan Flip kalian akan terbantu sekali, yay! Saya rekomendasikan untuk teman-teman pembaca install aplikasi tersebut setelah membaca postingan ini ya! #bantupromosi :p

Catatan untuk teman-teman, sejauh yang saya ketahui.. Flip baru tersedia untuk android, tapi jangan khawatir semoga untuk pengguna yang lain bisa segera ikut merasakan manfaatnya ya. Untuk kalian pengguna android, cukup awali dengan masuklah ke Google Play Store, ketikkan Flip, install lalu ikuti langkah2 yang sudah di instruksikan dan pastikan kalian sering mengecek email karna lewat sinilah Flip akan banyak mencoba berinteraksi dengan para penggunanya. Selamat mencoba 🙂

Ini tampilan halaman utama yang muncul setelah install 🙂
Yay, silahkan masuk ya 🙂 Kalian perlu mendaftar untuk memiliki akun Flip, setelah punya dan telah aktivasi. Silahkan login seperti gambar ini 🙂
Ini halaman home Flip milik saya 🙂
Disinilah notifikasi transaksi yang kalian lakukan akan di rincikan 🙂
Buka Play Store kalian, ketik Flip dan install!

Ini link dari Play Store 🙂 Download Flip

Buku dan Film ‘Sabtu Bersama Bapak’

Assalamu’alaikum.

It’s been a long time tidak posting ke sini 😀 , cerita ini harusnya jadi latepost (tapi bukannya selalu begitu, okeskip).

Kali ini, saya kepengen sesekali menulis review buku yang bikin jatuh cinta dengan scene-scene pembawaan Kak Adithya Mulya di novel ini, kocak dan ngena. Tahun 2014 saya termasuk penikmat novel ini paling awal lho, eaa. Dan waw! Saya beri nilai 10 untuk novel yang habis baca tidak sampai 2jam sekali duduk.

Ringan tapi lots of mean. Kemudian saya merekomendasikan ke beberapa teman untuk membaca novel ini. Apalagi buat kamu-kamu yang sedang dalam balada umur 20-an, sok dibaca! Dijamin gak bakal nyesel sama yang high recomended kayak gini, haha *muka sales*

Banyak banget didalem novel ini yang touching, kalian emang harus baca sendiri, iya baca sendiri supaya ngerti betapa saya jatuh cinta sama novel ini, setelah novel-novel yang juga bikin saya jatuh cinta, banyak tapi males nyebutin satu-satu *ngeles*

Beberapa point nya adalah ;

1. “Ada orang yang merugikan orang lain.
Ada yang merugikan keluarga yang menyayangi mereka.
Ada orang yang hanya merugikan diri sendiri.
Ada orang yang berguna untuk diri sendiri.
Ada orang yang berhasil berguna untuk keluarganya.
Terakhir adalah orang-orang yang berguna bagi orang lain.
Bapak tidak cukup lama menjadi golongan terakhir.
Jika situasi memungkinkan, semoga kalian dapat menjadi orang-orang yang lebih baik dari Bapak” (Halaman 86).

Saya inget banget, skak-mat-lah sama kalimat ini. Seketika itu saya cermati dalam-dalam. Sebenernya agama pun udah ngingetin soal hal ini, kalau segala sesuatunya emang dimulai dari diri sendiri, kemudian orang terdekat (keluarga), baru masyarakat luas. Kebanyakan orang sering banget repot berfikir bagaimana bisa bermanfaat buat orang banyak, tapi lupa untuk terlebih dulu bermanfaat buat keluarga. At least, disisi lain. Saya berfikir bahwa ketika kita bantu orang lain, Allah sendiri yang directly akan nolong orang-orang terdekat kita. Intinya, niatnya yang bener lah ya. Apapun bentuk kebaikannya, bagaimana cara menjemput, melakukan kebaikan itu insyaaAllah kebaikan pula yang bakal dilahirkan.
2. “Menjadi panutan bukan tugas anak sulung- kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orang tua-untuk semua anak” (Halaman 109).

Ini, saya sungguh menggaris bawahi buat bekal ke depan, terlebih saya pribadi. Plus-minus cara yang digunakan orangtua kita sebagaimana mereka menumbuhkan kita pasti akan ada yang jadi highlight. semoga kita dan siapapun punya pemahaman baik soal ini.

3. “Membangun hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab yang lain. Misal, saya gak kuat agamanya. Lantas saya cari pacar yang kuat agamanya. Pernikahan kami akan habis waktunya dengan si kuat melengkapi yang lemah”
(Halaman 217).

Gitulah ya, jadi sebenernya banyak banget yang jadi lipetan-lipetan ujung di novel milik saya, saking banyaknya note yang perlu disimpen 😀
Setelah lama sekali, novel ini bertapa di lemari bersama buku-buku yang lain. Terhembuslah kabar bahwa apa?
Jengjeng, novel ini bakal di FILM-in. Ya! saya exited denger kabar ini, karna berulang kali saya ngecek ke akun2 yang berkaitan, tapi belum ada kabar pasti kapan bakal keluar.

Lebaran 2016. Ahirnya film ini rilis dengan cast pemain yang gak asing. Saya gak high expectation sama film ini, karna kita tau sendiri hasil film yang diangkat dari novel gak akan seasik novelnya, dengan durasi film yang cuman segitu. But, tetep worth to watch kok :))
Meskipun banyak banget, temen-temen saya yang ngasih nilai 6 dari 10 untuk film ini. Haha, karena mereka terlalu berespektasi lebih.
Mungkin segini dulu aja, postingan ala-ala kali ini. Besok serius lagi :p
Yakin deh, kamu mesti baca novel ini.

Wassalam, 240716