Quarter Life Crisis

Udah lama ndak nulis. Pagi tadi saya berasa up down. Emang dasarnya gampang banget begitu πŸ˜‚.

Tapi balik ke diri sendiri, kalo mau mager memang akan terus nothing dan justru menjadi pemicu untuk terus seperti itu.

Membuka facebook pagi ini, yang saya dapat adalah reminder tentang 2 tahun yang lalu. 08 Agustus 2015, fase wisuda terlaksana. Wisuda tingkat sarjana πŸ™‚

Alhamdulillah, karena ujian untuk menujunya selalu memiliki keseruan masing-masing. Tidak akan sama ukuran ideal setiap orang, termasuk tentang waktunya.

Jika mengingat masa-masa sulit pada saat itu, rasanya lamaaaa banget endingnya, ada saja yang menjadi kerikil. Ada saja yang memicu untuk jatuh. Dan memang perjuangan selalu mengiringi setiap fase yang dilalui anak manusia dalam bertumbuh πŸ™‚

Saya mensyukuri telah melewati fase-fase tersebut.

Dalam beberapa artikel yang saya temui, usia 18-25 tahun adalah masa dimana quarter life crisis terjadi. Banyak sekali hal yang harus diputuskan dan ditimbang matang-matang agar tidak menjadi sebuah kesalahan yang berlanjut.

Mungkin saya menjadi salah satu bagiannya πŸ˜‚. Akan mulai terasa bagi remaja yang memutuskan kehidupan sekolahnya masa SMA dan memilih untuk melanjutkan kuliah. Masa-masa kuliah adalah masa dimana penjajakan terhadap semua jenis kegiatan dan organisasi pun menarik hati. Pada akhirnya menjajali semuanya dan menjadikannya modal “dapet pengalaman”.

Masa kuliah berakhir akan datang pertanyaan, kerja dimana, mau ambil bidang apa, bisnis atau kantoran, nikah atau s2 dlsb. Sebagai generasi Y yang mulai mengenal istilah passion dan life goals dalam hidup, manusia remaja setengah dewasa khas ini akan mengawali hari-harinya dengan galau dan pusing-pusing ria.

Bahkan 2 tahun pasca lulus saya masih bergelut dengan diri sendiri menentukan hal ini. Beruntungnya dengan mengikuti program matrikulasi IIP, saya mulai mengenal bagaimana saya mampu membentuk diri.

Saya seperti manusia dengan tipe generalis. Banyak sekali hal yang menjadi minat saya namun yang benar-benar spesifik didalamnya tidak ada. Hal ini tentu menjadikan langkah tidak kunjung diambil, terus-terus berputar dengan pikiran “bisa manfaat betul gak ya, ah udah banyak yang ambil bidang itu, yakin gak ya bakal bisa ngembangin dan seabrek dugaan yang membuat stuck berkepanjangan.

Pada suatu ketika, obrolan saya dengan seseorang. Dia mengatakan “Ambil, yakini, pelajari dan mulai”. Saya terkekeh memikirkan langkah awal apa yang harus saya tentukan. Rasanya pengen semuaaa πŸ˜…

But, you’re special with ur way.

Jadilah kudunya yang dilakukan dalam masa Quarter Life Crisis ini menurut saya ;

  1. Buatlah jejaring pertemanan positif sebanyak mungkin
  2. Perdalam dan mengertilah diri sendiri
  3. Jangan memaksakan kehendak, kayaknya lebih great kalo melakukan A, tapi kapasitas diri cuma sampai di B. Stop, teruskanlah menekuni ysng betul-betul membuatmu suka dan bisa untuk melakukannya. Karena yang tau tentang hal itu ya cuma dirimu sendiri.
  4. Stay calm dan perbanyak mengupgrade pengetahuanmu tentang banyak hal.
  5. Pede dan it’s oke ndapapa. Kamu hebat dengan caramu sendiri.
  6. Fokus!
  7. Selamat mencoba

Wallahu ‘alam 😊

Semangat yaaaa! Semangat kita!

Surabaya, 080817

Advertisements

2 thoughts on “Quarter Life Crisis

  1. Alvin. Aku dah baca postingan km di website. Benar apa yg km tulis. Vin aku ada prtanyaan nich. Awalnya sudah yakin cuma kdang selalu mncul keraguan lagi untuk brtindak. Ada 2 keputusan yg sama2 penting untuk kedepannya. Bagaimn ngmbil salah satu dr 2 kputusan itu ?

    Like

    1. Rumusin langkah yg paling mbak maya ngerasa mudah melakukannya dan bakal lebih cepet beres. Ketika satunya dilaksanakan, sambil jalan sambil rumusin yg satunya yg belum dilaksanakan td mbak. itu kalo menurut pendapatku πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s