Review : Air Terjun Srambang

Akhirnya posting juga wkwk

Ada satu postingan tentang inner child yang sebetulnya ingin sekali saya tulis. Hasil dari perenungan selama pulang kampung dan belajar lagi dari banyak sumber. Tapi lagi-lagi selalu ada “tapi”. InsyaAllah secepatnya.

Nah, berhubung punya bahan yang lebih bagus yaitu foto-foto. Maka jadilah, postingan ini lebih dulu ditulis XD

Pagi tadi saya berangkat berdua dengan Adek, menuju Wisata Air Terjun Srambang. Letaknya tidak jauh dari Wisata Kebun Teh Jamus, yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu. Tulisannya bisa dilihat disini.

Jam 7.00 pagi kami berangkat, perjalanan memakan waktu sekitar satu jam empat puluh menitan dengan kondisi sepanjang perjalanan mulus, sangaaat mulus. Kami sampai di tempat jam 8.43.

Biaya yang dibutuhkan untuk parkir sepeda motor hanya 2000 rupiah dan tiket masuk seharga 5000 rupiah/orang. Air terjun Srambang terletak di kaki Gunung Lawu, daerah Girimulyo, Jogorogo, Ngawi. Kurang lebih 20km dari Kota Ngawi.

Di awal-awal perjalanan, kita akan disambut hutan-hutan pinus dan satu ibu penjual makanan di sebuah warung kecil. Ada mie instan, gorengan, teh atau kopi dll. Jadi, gak usah khawatir kelaperan akibat hawanya yang dingin, karena ternyata masih ada beberapa warung lagi diatas. Awalnya, saya dan Ina ngerasa mulai interest dengan setapak-kecil-dan-batuan. Yang disana setapak-setapak ini selalu ada air mengalir dibawahnya. Kami mengira, perjalanan menuju air terjun hanya melewati track seperti ini. Tapi ternyata, semakin keatas batuan yang kami temui semakin guede dan arus air makin deras XD

Jadilah anak-anak ibuk yang telusurin jalan beginian gak ada bersih-bersihnya pake rok heheh. Capek betul memang, tapi akan terus terbayar dengan suasana dan pemandangan-pemandangan yang akan kita temui selama perjalanannya sampai ke air terjun itu sendiri. Berkali-kalipun Dek Ina bilang, coba mata kita bisa screenshoot ya mbak. Hasilnya pasti keren banget wkwk

Sayangnya disini masih minim sekali fasilitas umum seperti kamar mandi dan musholla. Pun yang saya sayangkan, banyak sekali bebatuan yang jadi sasaran coret-coretan. Sebetulnya banyak sekali lahan yang bisa dipakai pertunjukan budaya misalnya. Atau dimanfaatkan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat daripada sekedar dibiarkan. Pun pastinya bisa jadi lahan untuk semakin menarik pengunjung πŸ™‚

Ngawi, 05 Juli 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s