Ramadhan #23 – 24 : Ka Syah

Dak nemu foto berdua ๐Ÿ˜… heheh

Syahiidah Muthmainnah, namanya.
Semoga Allah menjadikannya pejuang yang senantiasa mengagungkan agama Allah..

Kemarin sore tiba-tiba tumpah. Entah setelah perasaan apa yang bergolak seharian. Honestly, saya rindu dengannya.

Ka Syah, gitu sih saya manggilnya. Kami belum lama kenal, sekitar 2 tahun. Karena pertemuan kami di Forum Indonesia Muda (FIM) angkatan 17.

Semenjak kali pertama pengumuman lolos FIM, hampir semua peserta saya kepoin via Social Media mereka. Jaman sekarang nggak susah kan buat cari identitas orang? Cukup ketik nama lengkapnya di Google, jreng apa yang ditunjukin Google ya itu hasil keponya. Cuma insyaAllah semua hasil kepoan saya berbuah manis alias saya nemu banyak hal keren. Tentang sebagian besar anak FIM. Nggak terlewatkan dengan Ka Syah (mungkin saya satu-satunya peserta yang kepo ๐Ÿ˜†). Dari situlah saya punya bayangan tipikal orang seperti apa menurut pengetahuan pendek saya tentang ka Syah. Dia orangnya supel banget! Dan keren! Dan suka masak! Calon ibu shalihah cerdas pokoknya!
Dan emang semua anak FIM keren-keren sih, cuma saya aja yang butiran marimas ๐Ÿ˜ข.

Semua lingkaran pertemanan yang saya temui di FIM adalah lingkaran kebaikan. Saya biasa sebut mereka sebagai nafas kebaikan. Di lingkaran ini pula saya betul-betul melihat “padi berisi semakin merunduk” itu literally merunduk gitu. Mereka semua tetep ngerasa layaknya butiran royco, butiran remah rengginang dlsb. Tapi kerja nyata untuk bertumbuh itu selalu ada.
Oiya back to Ka Syah, jaringan pertemanannya luaaaas sekali. Orangnya asik pisan pokoknya! Dan bikin ka Syah ketawa itu ga susah ๐Ÿ˜‚

Hujan gerimis sore itu nggak bikin ka Syah berhenti cerita tentang banyak hal di UNJ. Kami jalan-jalan sedari pagi dan ka Syah cerita apaaa aja tentang gimana kehidupan jaman (masih) muda. Jaman kuliah maksudnya. Wkwk

Sebenernya kedekatan kami tidak bermula dari situ, dari entah kapan dan dimana. Saya pun lupa detilnya. Yang pasti, ka Syah sempat protes kenapa saya panggil dia kakak ๐Ÿ˜‚

Semakin kemari, semakin banyak hal yang dirasa klik antara kami. Kayak ada radarnya dan saya mulai ngerti, begitulah jika Allah menghendaki kita sesama muslim membangun ukhuwah yang baik lagi bermanfaat. Dari beliau saya belajar banyak hal. Bukan cuma ingetin saya tentang kebaikan tapi juga tegur saya lewat teguran-teguran menggelitiknya. Teguran halus tentang maunya Allah, tentang tawakkalnya suatu hal, tentang kecewanya sama suatu ikhtiar yang kurang sejalan dengan maunya Allah dan berakhir dengan introspeksi diri. Hal-hal (kecil yang) besar saya dapat dari Ka Syah. Saya rasa, kita nggak pernah gamblang menilai kekurangan, tapi dengan cara selalu support untuk saling bertumbuh satu sama lain dan terus manfaat apapun itu.

Tapi emang cuma hati sih yang bisa ngerasa, sedalem apa.

Pesen yang mau saya sampein lewat postingan ini sebenernya hadist Rasulullah dibawah ini ๐Ÿ˜‚

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ููŠุณู ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ูˆู’ุกู ูƒูŽุญูŽุงู…ูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ูˆูŽู†ูŽุงููุฎู ุงู„ู’ูƒููŠุฑู ุŒ ููŽุญูŽุงู…ูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุฐููŠูŽูƒูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจู’ุชูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฑููŠุญู‹ุง ุทูŽูŠูู‘ุจูŽุฉู‹ ุŒ ูˆูŽู†ูŽุงููุฎู ุงู„ู’ูƒููŠุฑู ุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุฑูู‚ูŽ ุซููŠูŽุงุจูŽูƒูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ุฑููŠุญู‹ุง ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉ

โ€œPermisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.โ€ (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Sumber: https://muslim.or.id/8879-pengaruh-teman-bergaul.html 

Jadi, perhatikan teman bergaulmu. Karena insyaAllah baik itu akan selalu menularkan yang baik ๐Ÿ˜Š dan menurut saya, salah satu rejeki Allah pun berupa adanya teman-teman baik di sekitar kita.

23 & 24 Ramadhan 1438H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s