Ramadhan #21-22 : Jawaban Do’a adalah Iya

A : Saya

B : Seseorang di balik cermin

A : Kenapa rasanya menunggu yang “sangat aku minta saat ini” terasa lama sekali…

A : Aku capek. Tapi masih kuat untuk menangis. Pada akhirnya tangisku tumpah lagi.

A : Ya, untuk yang kesekian kalinya. Memeluk diriku sendiri, menangisi sesuatu yang memang dirancang Allah seperti itu.

B : Jawaban do’a adalah iya. Jika bukan iya sekarang, berarti nanti. Atau iya dalam bentuk yang lain.

Ujar Alvin kepada Alvin.

Tidakkah kamu sadar, pagi hari kamu masih merasa badanmu berfungsi seperti biasanya. Ketika pertama kali mata terbuka yang kamu cari adalah handphone. Oke, untuk melihat jam. Tetapi 2 detik kemudian beralih eh sekalian-ada-notif tuh!

Maka siapa lagi jika bukan Allah yang mengizinkanmu terbangun hari ini. Kamu masih bisa melakukan banyak hal. Yang mungkin hanya sepersekian dari kegiatanmu itu yang kamu peruntukkan kepada Allah. Sisanya, menyenangkan hatimu sendiri.

Kamu diminta bersabar sedikit lagi, tapi kamu tetap saja menangisi sesuatu yang kamu minta saat itu. Sesuatu yang dengan pengetahuan pendekmu, mungkin kurang baik bagimu. 

Kamu diminta berdo’a sedikit lagi, tapi kamu tetap saja merasa bahwa do’amu telah terlalu panjang dan lama. Padahal, jika Allah tidak menghendakimu menjadi seperti saat ini, bisa jadi kamu tidak pernah beranjak membaik. Allah membuatmu seperti ini menjadikanmu lebih bijak.

Kamu diminta menunggu sedikit lagi, tapi kamu tetap saja merasa penantianmu adalah hal menyakitkan sepanjang masa hidupmu. Padahal Allah tidak pernah lupa memberimu bahagia. Allah tidak meninggalkanmu dalam keadaan tidak punya apa-apa untuk dimakan. Allah tidak meninggalkanmu dalam keadaan kekurangan pakaian hingga merendahkanmu dalam penampilan. Allah memberimu berlebih atas semua itu!

Tidakkah kamu sadar. Lalu mengapa masih menangisi sesuatu yang kamu pinta itu dan bagimu tak kunjung datang. Seolah-olah adalah itu hal terpenting dalam hidupmu.

Allah hanya memintamu bersabar sedikit lagi. Tunggulah, sesuatu yang memang pantas untuk ditunggu. Menunggu tidak pernah sia-sia jika kamu mengerti harus dengan apa caranya.

Kamu hanya diminta menunggu sebentar lagi dengan sabar, dengan syukur dan dengan hati yang yakin bahwa takdirnya selalu baik.

Alvin kepada Alvin. 21 & 22 Ramadhan 1438H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s