Ramadhan #10 : Bergerak

Sepuluh sudah mulai berderak melewati waktu-waktunya. Lambat laun berjalan hari ini hingga habis hari. Dan sepuluh yang kedua akan ditemui.

Sudah sejauh apa? Jika ditilik dengan melihat kalender, rasanya tidak terasa. Jika ditilik apa yang sudah diperbuat. Rasanya………..

Apa yang saya rencanakan di awalpun masih banyak yang berantakan. Satu dua pasang, tiga empat kembali surut begitu seterusnya. Seperti iman. Namun iman jika dibiarkan akan semakin surut, jika terus dikejar meskipun didepan sudah terlihat musuh menghadang (syaitan yang mengacak-acak niatan) insyaAllah Allah tidak meninggalkan sendirian.

Awalnya, dengan rutinitas yang padat di kantor dan dengan beberapa alasan tertentu (karena ini kali pertama Ramadhan di tempat baru), saya mengira keseharian saya akan stagnan dan sempit. Tetapi sedikit demi sedikit saya mulai mengikuti alurnya dan mampu meneumkan celahnya. Akhirnya saya tau, saya masih bisa terus bergerak.

Sesuatu yang terus bergerak akan bertumbuh. Seperti pohon yang makin lama semakin tinggi. Seperti air di sungai-sungai yang terus mengalir, nyatanya ketika ia menjadi kubangan hanya akan menyebabkan jentik nyamuk. Bergerak memiliki arti yang sangat luas. Saya harus bisa mengambil celah untuk tetap bisa melakukan hal-hal bermanfaat di samping kesibukan yang padat.

Saya menasehati diri (dan sedikit lega ketika sudah mulai mengerti bagaimana harus menjalaninya)

Oiya tentang sepuluh hari yang akan masuk pada sepuluh hari kedua, saya jadi ingat sesuatu karena biasanya di sepuluh hari pertama masjid dan musholla shafnya masih penuh, sepuluh yang kedua mulai berkurang satu persatu, karena tadi pagi sempat membaca di linimasa tumblr, tulisan milik kak Akhyar seputar bukber alias buka bersama. Saya jadi ingat, sejak Ramadhan tahun kemarin saya mulai memampatkan jadwal buka bersama diluar hampir bisa dihitung hanya sekali atau dua kali. Jika dikoreksi, nyatanya bukber itu justru membuat kita mengalihkan niat di awal.

Yang katanya menyambung silaturrahim kita jadi mudah lalai sholat magrib di awal waktu. Yang katanya makan bersama lebih berkah kita jadi mudah memubadzirkan makanan. Yang katanya Ramadhan lebih baik untuk banyak bersedekah kita lebih banyak membuangnya untuk budget bukber yang biasanya lebih dari biasanya.

Ramadhan kali ini pun saya sikapi dengan serupa. Masih ada dua puluh hari. Mari terus bergerak, semangat menjalankan misi kebaikan di bulan yang dilipat gandakan pahala-pahala kebaikan kita. 

Prestasi kita hari ini bukan untuk memenangkan hati manusia, tapi memenangkanNya.

Surabaya, 10 Ramadhan 1438H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s