Ramadhan #8 : Masa Tua

Backsound : Kiss the Rain πŸ˜‚

Waktu terus saja bergerak lurus. Semakin kesini, semakin mengenali tujuan untuk apa Allah hadirkan disini, semakin saya mengusahakan untuk mencapai poin-poin yang telah menjadi cita-cita saya tersebut, semakin menyadarkan bahwa hidup ini bukan hanya sebagai rutinitas. Ada yang mesti dituju, ada yang harus diraih. Ada yang harus dijadikan prestasi. Prestasi di mata Allah.

Lelah? Iya terkadang.

Hanya saja, ketika sudah berkubang dalam kondisi yang mengingatkan saya tentang masa kecil atau masa dimana tanggung jawab belum sebanyak ini.. Saya merasa betah sekali berlama-lama disana πŸ™ˆ

Membuka foto-foto lama, semasa kecil, semasa sekolah, kuliah dan yang telah dilalui pada masa kemarin. Ingatan seringkali tiba-tiba melesat jauh.

Fase demi fase terlewati. Lalu saya teringat kakek yang memilih untuk tinggal seorang diri dirumah lamanya. Hanya bertahan 2 tahun hidup bersama dengan kami. Supaya ada temannya katanya, lalu beliau berubah pikiran kembali. Meminta untuk membiarkan saja tinggal sendiri dan setiap hari saat makan siang dan sore ibuk akan mengantarkan makanan.

Bagaimana rasanya hidup sendiri? Meski kami sering mengunjungi, tetapi detak waktu pasti terasa lebih dekat. 

Itu mengapa orang tua yang telah sendiri selalu membutuhkan si(apa)pun di sampingnya untuk menjadi teman. Menjadi sepi sungguh tidaklah enak. Lalu apa yang akan saya lakukan untuk menyiapkan masa tua nanti. Masa dimana akan semakin dekat untuk kembali.

08 Ramadhan 1438H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s