Review : Kebun Teh Jamus yang Ramah

Hari ini posting tentang Kebun Teh Jamus ajaaaa haha

Ada sih, ada beberapa pesan menohok yang sedari kemarin saya renungi di kantor. Beruntung saya mendapati renungan itu yang pada akhirnya membuat saya refleksi diri kembali. Tapi ditulis besok aja XD #spoiler yang gak banget

Kembali ke postingan hari ini. Beberapa bulan lalu ketika saya berkesempatan pulang, saya mengajak adik ke Perkebunan Teh Jamus, lokasinya di Girikerto, Sine, Ngawi.
Kami menempuh perjalanan sekitar 1 jam 45 menit untuk menuju kesana. Awalnya, ketika akan berangkat saya bilang pada ibu jika saya belum pernah kesana sebelumnya, maka saya memaksa mengajak adik untuk menemani. Namun setelah sampai, saya ber oo panjang..😂

Wkwk ternyata saya sudah pernah kesini, entah berapa tahun lalu ketika Saka Bakti Husada semasa SMA yang saya ikuti mengadakan penelitian mengenai kesehatan hasil produksi disini.

Perkebunan Teh Jamus ini tentu telah menjadi sektor agrowisata yang mendukung sektor-sektor di bidang lain seperti ekonomi, kelestarian lingkungan, hingga mendukung berjalannya kebijakan pemerintah guna membantu mengentaskan kemiskinan dengan adanya produksi teh itu sendiri. Yang konon katanya, semakin lama tanaman teh itu ditanam, kualitasnya semakin baik.

Untuk masuk ke wilayah ini cukup membayar 5000/orang. Perkebunannya sangat terjaga dan bahkan bagi pekerja-pekerja atau pemilik lahan pun tidak diperbolehkan untuk membangun/memiliki rumah di daerah perkebunan. Rumah paling dekat dengan wilayah perkebunan ini yang saya ingat berjarak sekitar 3-5km dibawah perkebunan.

Hanya saja, bagi para penjual ada sebuah lahan kosong dan ruko-ruko kecil berada dipuncak yang memang disediakan khusus. Terletak di sebelah musholla dan sebuah tanah lapang kosong yang lumayan luas. Di tanah kosong ini pula biasanya banyak disewa untuk perkemahan.

Air disini sungguh jerniiiih sekali dan yang paling saya sukai adalah penjual maupun petani teh yang sempat saya temui memiliki keramahan berkomunikasi. Ya cocok lah yaa, sama slogannya Ngawi Ramah XD

Seperti di daerah pegunungan kebanyakan, jika teman-teman pernah mengunjungi atau #nyasar ke Ngawi sempatkan untuk pergi kesini merasakan hawa sejuk dan ketenangannya 😊

Karena bagi saya, pulang tetaplah tempat terbaik untuk kembali hehe. Jadi, menikmati suasana pedesaan dan menjauh dari hiruk pikuk kota adalah obat tersendiri bagi saya.

Surabaya, 01 Juni 2017

06 Ramadhan 1438H

Nah, itu rumah terakhir sebelum menuju ke Perkebunan
Advertisements

One thought on “Review : Kebun Teh Jamus yang Ramah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s