Niat Menulis

Postingan pembuka Ramadhan, alhamdulillah. Sampai lagi kita di bulan ini, tahun lalu satu postingan satu hari milik saya mandeg di hari ke 19. Itu cukup membuat saya terus merenungi kembali apa niat saya menulis.

Untuk Ramadhan kali ini, in syaAllah akan tetap saya usahakan menulis, sebisa mungkin.

Kembali ke judul. Semakin bertambah usia, semakin banyak saya berpindah-pindah media, akhirnya saya mengerti bahwa menulis bukanlah sesuatu yang mudah. Saya banyak menemukan pertemanan dari Tumblr dan tulisan milik merekapun hadir seperti beragam jenis pupuk yang menyuburkan pikiran.

Saya ingat betul, model tulisan-tulisan saya pertama kali penuh dengan majas, bahkan saya sendiri gagal mengartikannya πŸ˜‚ tulisan jenis ini masih banyak sekali mengendap di blogspot, blog yang telah lama saya hide dari peradaban.

Kemudian, tahun 2012 saya terjebak di Tumblr, sampai kini media tsb sungguh membuat saya terhipnotis dengan fitur2nya yang ramah. Tidak terkesan riya’ karna nampaknya following dan follower serta like. Yang katanya ramai diburu anak muda jaman sekarang. Pertemanan dunia maya seolah lebih berarti ketimbang teman yang duduk di depannya πŸ™ˆ untuk Tumblr kini saya khususkan hanya postingan hasil reblog.

Dari Tumblr, saya hijrah ke Instagram dan 2 bulan ini saya berhasil menghapusnya dari deretan aplikasi di hp. Karena alasan2 yang sudah pernah saya tulis di postingan Boros Perasaan.

Setelah perjalanan panjang, saya mulai menemukan alur untuk menulis. Tulisan-tulisan saya tidak lain adalah hasil perenungan saya melihat sesuatu, mengalami sesuatu, merasakan sesuatu dan hal2 yang bagi saya perlu untuk diukir agar saya mengingat bahwa saya pernah menasehati diri sendiri dengan cara ini.

Satu tips menulis yang saya ingat dan favorit sekali, saya kutip dari Kak Uti (@prawitamutia) bahwa menulis yang lahir dari hati tidak akan pernah berkhianat. Tulisannya akan langsung di terima oleh hati-hati yang membaca.

Meski semua proses ini tidak mudah, saya selalu menyukai bentuk2 opini dan tulisan yang dibuat oleh lingkaran pertemanan yang saya miliki. Seperti membaca jalan pikirannya, meski saya belum pernah kenal jauh atau bahkan belum pernah bertegur sapa. Seperti teman2 FIM kebanyakan misalnya. Saya suka kegiatan blogwalking.

Hingga kini, saya masih terus berusaha agar tulisan saya tertulis dari hati. Niatnya menasehati diri. Bukan untuk menggurui. Semoga Allah istiqomahkan niat kita berbagi πŸ™‚

Surabaya, 26 Mei 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s