Regulasi Emosi Part 2

Tulisan ini saya ringkas dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa kampus sendiri XD, mengenai regulasi emosi. Untuk ukuran saya yang belum bermodal apa-apa ini, alhamdulillah sedikit punya gambaran bagaimana seharusnya saya membuat rincian tindakan mana yang dapat mendukung berjalannya regulasi emosi dan mana yang semestinya dihindari. Sambil berjalan, sambil saya mengumpulkan literatur pendukung yang lain.

Kira-kira seperti ini ;

Regulasi Emosi adalah suatu keadaan dimana diri mampu secara baik kembali ke dalam kondisi positif pasca mengalami guncangan negatif. Mampu mengorganisir diri untuk dapat berperilaku sesuai sikon ketupat (situasi kondisi keadaan waktu dan tempat).

Aspek penting yang harus terkandung dalam meregulasi emosi adalah memiliki kapasitas untuk memulihkan kembali keseimbangan emosi yang berlebihan, meskipun pada awalnya kehilangan kontrol emosinya.

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi seseorang memiliki kemampuan dalam meregulasi emosi, diantaranya seperti usia, tekanan hidup, pandangan hidup terhadap dunia luar, religiusitas dan banyak sekali faktor internal maupun eksternal bahkan sampai pola asuh orang tua. Itu mengapa, regulasi emosi sangat dianjurkan untuk diajarkan kepada anak sedini mungkin.

Jika mengingat satu sabda Rasulullah SAW “Sesungguhnya aku melarang dua macam ucapan yang bodoh lagi tercela ; keluhan tatkala mendapat nikmat dan umpatan dikala mendapat musibah”.

“Kami jelaskan yang demikian itu supaya jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang di berikanNya kepadamu” Firman Allah dalam Q.S Al Hadid ayat 23

Dalam hemat ilmu saya, memang jika dikerucutkan menjadi kecil, pergolakan emosi memang hanya mengandung 2 bagian. Dari kegembiraan yang diungkapkan dengan terlalu dan kesedihan yang diratapi dengan berlebihan.

Semoga yang sedikit ini, suatu saat nanti mampu menjadi pengingat khususnya bagi saya pribadi. Kemarin, saya sempat diingatkan ketika membuka-buka tulisan lama, bagi saya itu cukup ampuh untuk mengingatkan diri kembali saat sedang up down 🙂

Surabaya, 24 Mei 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s