Bahan Evaluasi Belajar Universitas Kehidupan

Bismillahirrahmanirrahiim Alvin_NHW#1 —

Tulisan ini adalah sebagai pemenuhan Nice Homework (NHW#1) Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (MIIP) Batch 4

Saya mengetahui Institut Ibu Profesional dari Bunda Septi Peni yang pernah menjadi pembicara di Forum Indonesia Muda dan Alhamdulillah saya berkesempatan untuk berbincang langsung dengan beliau terkait IIP ini.

Hari Senin yang lalu, dalam diskusi online perdana telah didapat materi mengenai Adab Menuntut Ilmu.

Dengan adanya materi tersebut, saya kembali mengevaluasi apakah selama ini dalam menuntut ilmu sudah dapat dikategorikan “beradab”. Sedangkan adab merupakan langkah utama yang perlu diperhatikan ketika ingin mendapatkan ilmu sebagaimana ilmu tersebut tidak hanya ingin didapat namun juga ingin di amalkan.

Kembali ke topik NHW#1, ada 4 pertanyaan yang perlu saya renungi untuk menjawab dan jawaban tersebut harus menjadi bahan evaluasi saya untuk istiqomah belajar serta menjalani Matrikulasi IIP ini.

Pertanyaan yang pertama adalah jurusan ilmu apa yang akan saya tekuni di universitas kehidupan ini. Telah lama sekali saya ingin mempelajari dan terjun ke dalam ilmu parenting. Namun dukungan penuh belum saya dapatkan ketika saya memasuki jenjang perkuliahan dulu. Tetapi belajar bagi saya tidak hanya dari pendidikan formal. Saya tetap menyukai literature dan buku-buku seputar parenting, terjun langsung menghadapi anak-anak hingga saya memutuskan untuk serius mengambil penelitian skripsi di lingkungan anak ADHD, mengikuti kelas-kelas online dan diskusi seputar parenting. Selepas dari dunia perkuliahan yang tidak terlaksana untuk mengambil jurusan psikologi, saya mencoba untuk mempelajari lagi. Namun setelah saya renungi lebih jauh, pertama yang ingin sekali saya lakukan untuk mendukung optimalisasi ilmu parenting tersebut adalah belajar meregulasi emosi.

Pertanyaan kedua ketiga adalah apa alasan terkuat saya untuk mempelajari ilmu tersebut serta strategi apa yang akan saya gunakan.
Emosi adalah salah satu elemen yang terdapat dalam diri manusia. Mengingat emosi adalah sistem pendukung yang harus berjalan baik agar elemen lainnya berjalan dengan baik pula. Dengan regulasi emosi yang baik, saya pikir ilmu parenting yang akan saya pelajari menjadi lebih bermakna, karena segala sesuatu yang dimulai dari hati akan dihasilkan melalui hati. Begitupun dengan ilmu parenting. Ilmu ini akan sangat berguna untuk membentuk pribadi anak-anak yang pertumbuhannya optimal dalam kondisi jaman milenial seperti saat ini. Dimana tantangan orang tua akan bertambah seiring semakin canggihnya jaman.

Melalui ilmu parenting ini, saya bercita-cita ingin membentuk anak-anak yang utama adalah akidah dan ilmu dalam mengenal Allah sebagai penciptanya. Menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah dan pendidikan yang membuatnya menjadi generasi kuat akhlak serta kemampuannya untuk urusan dunia dan akhirat.Strategi yang menurut saya perlu ditegakkan demi tercapainya pembelajaran dalam jurusan ilmu ini adalah

  1. Membuka selebar-lebarnya penerimaan informasi yang didapat dari manapun tanpa mengurangi ketelitian untuk memfilter mana yang baik di terapkan dan mana yang perlu untuk diperbaiki.
  2. Melapangkan pemahaman bahwa segala sesuatunya yang ditemui mampu ditelaah hikmahnya untuk dipelajari, sehingga saya bisa belajar dari pengalaman manapun milik siapapun.
  3. Tegas dalam memberi ketetapan pada diri untuk istiqomah dan bersungguh-sungguh belajar, mengingat outut yang dihasilkan adalah untuk membentuk peradaban seumur hidup bahkan untuk anak-dan-keturunannya.
  4. Menuntaskan jurusan ilmu yang di pelajari sehingga ilmu yang didapat tidak setengah-setengah

Pertanyaan terakhir adalah terkait adab menuntut ilmu, sikap perubahan apa saja yang saya perbaiki setelah belajar mengenai Adab Menuntut Ilmu dalam pertemuan pertama kemarin. Saya sangat menggaris bawahi untuk tidak sembarangan menyebarkan apapun yang tidak bersumber dan meningkatkan husnudzon pada hal apapun yang kita temui dalam kehidupan. Karena setelah saya evaluasi kembali, saya masih sulit dalam meregulasi emosi ketika sampai pada fase yang terlalu letih, capek, dlsb sehingga mengakumulasi pikiran negatif yang dapat mempengaruhi banyak hal.

Semua tulisan ini adalah sebagai bentuk saya untuk mengingatkan diri saya sendiri. Jika ada pembaca yang turut membaca tulisan ini, semoga pemahaman baiklah yang menyertainya.

Surabaya, 17 Mei 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s