Ujian

21.20 – 23.05

Tersebutlah seorang perempuan nun jauh di sana meminta saya untuk menelponnya malam tadi. Meminta menenangkan hati dan fikiran. Ada satu hal yang membuatnya mendadak berguncang semenjak sore hingga selarut itu ketika akhirnya telpon saya tersambung dengannya.

“Rasa-rasanya emang bener piiin… ini sebenernya ilmu dari liqo udah lama. Tapi aku masih aja begini..

Allah itu akan nguji di titik terlemah kita dan akan terus nguji kita di titik itu kalau kita belum lolos lewatin ujiannya. Jadi sekarang ketika aku introspeksi diri dan sadar bahwa aku masih di uji Allah dengan hal ini jadi ngerasa kamu kok gak lolos-lolos sih di ujian yang ini..”

Seketika itu saya berfikir dan mendikte diri saya dengan hal-hal apa yang telah terjadi sekian tahun belakangan. Di titik mana saya menyadari bahwa Allah masih menguji diri dan saya belum juga lolos pada ujian tersebut.

Waktu sekitar dua jam cukup untuk sama-sama me-recharge diri. Saya bersyukur bahwa Allah masih mempertemukan dengan orang-orang yang tidak pernah saya duga yang akan menjadi reminder.

Sosok perempuan ini sering tetiba mengirim chat-chat pendek berisi semangat, berisi pengingat atau bahkan ketika imannya merasa dalam titik rendah dan itu akan membuat saya berusaha memberi support yang itu artinya saya juga menumbuhkan diri saya pribadi.

Semoga kakak senantiasa dijaga Allah. Semangat kita:)

Ngawi, 30 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s