Kehadiran Virtual

​Semangat ya A *peluk virtual*

Salah satu balasan komentar yang saya temui di instagram beberapa waktu lalu. Membacanya membuat lumayan tergelitik. Sekarang semua-muanya serba virtual. Kehadiran digantikan dengan terkirimnya satu emoticon yang bahkan tidak bisa kita tafsirkan bagaimana keadaan yang sebenarnya. Apalagi hatinya 😂

Ada yang dimudahkan dengan semua fasilitas yang tidak lagi asing bagi kehidupan kita saat ini. Namun ketika saya merunut perjalanan hidup kebelakang…

Masa SD saya masih merasakan memiliki sahabat pena, meskipun tidak pernah bertemu. Namun melalui tulisan-tulisan tangannya, saya mampu memperkirakan suasana hatinya saat menulis. Setidaknya begitu. Beranjak SMP dan SMA internet mulai mengubah kehidupan generasi saya dan kawan-kawan sebaya. Kabar bisa dikirim tanpa harus menunggu berhari-hari lamanya. Melihat lawan bicara kita online yang mampu menembus bermil-mil jarak. Saat ini melipat jarak begitu mudah sekali dilakukan. Keberadaanya di seberang memang tidak diragukan dan kita bisa memastikan bahwa dia sedang stay untuk siap menjawab obrolan-obrolan kita.

Saat fikiran berkelana, saya tiba-tiba sedih karena ada yang lebih mengikis perasaan. Notifikasi chat penuh, rapat ini dan itu, merangkul yang jauh hingga pedalaman namun jiwa tetap saja kosong. Tidak ada canda tawa yang membekas di ingatan, tidak ada nasehat-nasehat yang menohok hingga dasar perasaan, tidak ada tangis yang mungkin harus terjadi karena selisih paham.

Betapa saya mengiyakan pertemuan saat ini menjadi hal yang langka, bahwa pertemuan saat ini sungguh-sungguh menjadi hal yang super penting mengingat energi yang mampu di transfer dari sebuah pertemuan sangatlah dahsyat dampaknya.

Memang tidak selamanya kita bisa membersamai orang-orang yang pernah menjalankan peran bersama. Ada kalanya ketika kepentingan-kepentingan akan menjadi prioritas yang harus dilaksanakan dan memberi peluang untuk jarak adalah hal yang akan menjadi kebiasaan. Jarak tercipta, solusinya adalah melipatnya dengan teknologi yang tersedia.

Hanya saja…

Semoga waktu akan memberi kita kesempatan untuk menghimpun jumpa. Semoga hati dan perasaan kita tidak perlu terkikis karena keegoisan laku yang semestinya mampu kita kendalikan. Sampai jumpa dengan sesiapa yang bisa jadi, melaluinya lah charge iman dan kebaikanmu bertambah. Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s