Perihal Pekerjaan

​ker.ja (n) kegiatan melakukan sesuatu.

Dewasa adalah sebuah proses yang akan dialami oleh setiap manusia. Fase pertumbuhan dan psikologis yang mengalami perubahan dalam rentang waktu yang dialami anak manusia, dimulai dari kecil, remaja kemudian dewasa.

Menjadi dewasa berarti menjadi tanggung jawab. Banyak yang akan berubah. Saya bicara mengenai dari sisi psikologis dan menurut kacamata pandangan saya pribadi. Semoga tulisan ini jauh dari anggapan yang mampu membuat pembaca memiliki pemahaman yang kurang baik. Naudzubillah. Harapan saya semoga tulisan ini hanyalah sebagai pengingat untuk diri saya pribadi terlebih jika dapat berguna untuk pembaca.

Menjadi dewasa bukan hanya urusan umur. Bahkan dengan semakin mendewasanya bumi dan seisinya, saya rasa segala sesuatu yang ada di dalamnya pun mengalami pendewasaan lebih cepat.

Saya pribadi benar-benar memberi pressure kepada diri sendiri ketika mengganggap diri saya telah cukup dewasa, pada saat umur saya berada pada angka-angka diatas 19tahun. Hampir memasuki umur 20 tahun saya benar-benar menganggap ini adalah waktu ajaib. Pun dengan hal-hal yang akan terjadi ke depan adalah keajaiban. Saya garis bawahi, semua telah ditulis Allah tentang apa yang akan manusia lakukan. Tetapi segala upaya yang kita lakukan tetap memiliki peluang untuk menjadikan lebih baik atau lebih buruk. Semua tergantung bagaimana kita melaksanakannya.

Ketika mendewasa, satu persatu keputusan-keputusan penting mendatangi hidup kita. Meminta kedewasaan  akan seperti apa ia bertindak.
Keduapuluh dua tahun ini. Saya telah mengalami sedikit “pengalaman” mengenai bekerja. Jika dibanding bapak, ibuk atau para orang tua, saya belumlah seberapapunnya. Artinya, ketika saya mendapati secuil hal yang saya anggap besar. Bagi mereka itu belum seberapa.

Menginjak tahun kedua bekerja. Pemahaman mengenai apa itu esensi bekerja semakin berkembang dalam pikiran saya. Ah Allah knows best. Allah sering sekali membuat melted.

Bagi saya (kini) bekerja telah menjadi perkara mengabdi. Menuju-Nya. Bukan hanya menjadi urusan mencari upah untuk menyambung hidup. Bekerja lebih dari itu. Bekerja bukan hanya soal uang. Bekerja telah menjadi urusan keihklasan. Bekerja telah menjadi urusan kebermanfaatan. Bekerja telah mengandung perizinan Allah, untuk menjadikan barakah. Bekerja telah menjadi kata kerja yang sangat luas.

Ketika saya melihat tukang becak. Ketika saya melihat penjual gorengan yang mendorong gerobaknya. Ketika saya melihat penyapu jalan, pemungut sampah. Mereka pun bekerja. Tapi kata kerja yang mereka lakukan adalah ibadah. Bukan hanya urusan mencari uang. Mereka semua beribadah untuk mendapat kemuliaanNya. Mereka menggunakan kata kerja tersebut pada titik keikhlasan dimaki-maki, keikhlasan direndahkan martabatnya, keikhlasan untuk mendapat sesuap nasi untuk anak-anaknya yang merengek dibawah rumah kardus. Ketika melihat bapak saya sendiri, yang harus tidak tidur di tengah malam menyelesaikan deadline gambar. Disitulah saya melihat kata kerja pada titik keikhlasan mengerjakan kebermanfaatan untuk orang banyak.

Ketika saya melihat dokter-dokter, melihat perawat saya menemukan bekerja telah mereka letakkan pada kata kerja kebermanfaatan. Menolong banyak sekali orang.

Banyak sekali apa-apa yang orang (kerja)kan, kita masih sering menganggap itu remeh temeh. Menganggap itu perkara tidak ada gunanya. Padahal jauh disana kita tidak pernah tau, apa yang senantiasa mereka dzikirkan dalam bibirnya sembari berpanas-panasan. Padahal kita tidak pernah tau jika yang mereka kerjakan sungguh-sungguh untuk menjadikan IA ridho atas apa saja yang dilakukannya. Kita tidak pernah tau sejauh itu. Pikiran kita sering dipenuhi pikiran-pikiran tidak peduli. Pikiran-pikiran kita sering sekali dipenuhi dengan hal-hal yang hanya nampak kasat mata.

Ah saya berhasil tergugu sembari menuliskan ini semua.

Saya menjadi under control ketika diluar sana masih saja ada orang bekerja (melakukan hal) dengan semena-mena. Meletakkan hawa nafsu diatas niat kebaikan. Meletakkan duniawi diatas hasil akhir dari pekerjaan yang mereka lakukan.

Jika didunia ini diciptakan seorang pencuri, maka bukankah ia meletakkan duniawinya diatas kesadaran untuk apa ia mencuri? Jika didunia ini diciptakan seorang penjahat, maka bukankah ia meletakkan urusan fananya diatas kesadaran apa yang sejatinya kekal dalam hidup ini?

Malam ini saya begitu memberontak terhadap diri sendiri. Saya membenci mengingat hal-hal ketika saya melakukan apa-apa namun saya masih saja membandingkan dengan orang lain. Menjadi risau apakah yang orang lain lakukan itu bermanfaat? Padahal diri saya pun tidak pernah tau, dimana sesuatu (pekerjaan) yang telah saya lakukan itu yang bermanfaat dan diterima Allah?

Ringkasnya, saya membenci ketika saya harus mudah sekali terdistraksi dengan do’a orang lain. Padahal saya sering sekali lalai dalam mengoreksi do’a saya sendiri. Manakah do’a saya yang diterima Allah?

Bekerja telah mengubah banyak sekali sel-sel, mengubah banyak sekali komponen, mengubah banyak sekali pori-pori yang dimiliki diri ini. Terima kasih Apin :’) Terima kasih sudah sekuat ini :’)

alvinareana, 050916

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s