Pressure

Dear Afnan dan Syifa dan anak2 ibuk nantinya :’)

Ketahuilah bahwa, surat cinta ini ibuk tulis dalam keadaan sehat wal ‘afiat tidak ada satupun yang kurang, apalagi Allah terus memberi nikmat iman yg tidak pernah bisa manusia ukur seberapa kedalamannya.

Menyiapkan mu adalah sama dengan menyiapkan diri ibuk saat ini. Menyiapkan segala kondisi, lahiriah maupun batiniah.

Ijinkan ibuk bercerita sedikit ya. Mungkin ini terlalu berat kalian pahami di masa kanak-kanak. Tapi resapilah ketika kalian beranjak dewasa.

Mendidik adalah sebuah kondisi yang harus dilakukan oleh setiap orangtua. Pun terhadap anaknya maupun bukan anak darah keturunannya. Setiap orangtua memiliki kewajiban mendidik. Pendidikan memiliki arti yang sangaat luas. Tidak hanya mengajarkan untuk mengerti calistung. Pendidikan diadakan untuk membentuk anak-anak yang unggul. Jiwa dan kepribadiannya. Fisik dan mentalnya. Ruhiyah maupun lahiriahnya. Banyak sekali. Setiap orangtua memikul tanggung jawab yang disangsikan negara untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Agama, untuk melahirkan generasi Rabbani penegak agama Allah, mewariskan generasi Ulul Albab yang akan dibanggakan Rasulullah di ahirah nanti. Banyak kan tugas ibuk dan ayah πŸ™‚

Pun kalian nantinya akan mengalami fase yang sama seperti yang ibuk alami saat ini. Suatu saat nanti. Ibuk tidak ingin mengeluhkan apapun. Surat ini ibuk tulis hanya karena ruang ketakutan yang sedang ibuk alami saat ini terasa lebih sesak daripada biasanya. Udaranya pengap dengan kecemasan, atmosfernya sempit dengan redup yang ibuk ciptakan sendiri. Mampukah ibuk melaksanakan amanah demi amanah untuk menjadikan kalian dan anak-anak lainnya setangguh yang ibuk tulis diatas? Membayangkan jika masa kebodohan akan datang kembali dengan tampilannya yang baru, dengan berjuta-juta teknologi kemudahan yang ditawarkan, dengan kondisi yang justru kalian akan sangat diuntungkan dengan kehadiran mereka. Tapi ibuk bergidik membayangkannnya. Nauzubillah, semoga tidak ada.
Diruang yang sesak dan pengap ini, ibuk cukup membayangkan kalian bertumbuh dengan kebaikan-kebaikan yang tiada habis. Ilmu yang kalian peroleh akan menempatkan kalian pada tempat2 yang berkembang. Ingat, sekalipun rendah dimata manusia, tapi pilihlah jalan yang dekat sekali dengan Tuhan. Pilih jalan terbaik menuju Allah dan yang disukai Allah. 

Perbaiki niat dan terus perbaiki niat, bersyukur dengan kondisi yang kalian punya saat itu. Karena itu kondisi yang paling tepat. Yang baik belum tentu tepat. Tapi yang tepat, insyaaAllah kebaikan kalian himpun dan jemput dengan cara yang baik pula.

Maaf ibuk harus berkisah tentang kondisi yang sempit dan sulit. Adakalanya kesulitan dan kesempitan itulah yang akan menumbuhkan kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Salam sayang, ibuk. 030816.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s