Means

Ada beberapa orang dalam kehidupan yang telah saya beri label masing-masing dengan kepribadiannya serta keberadaannya dalam hidup saya.

Mereka ada dalam DPO –daftar pencarian orang ketika hal-hal penting terjadi dalam hidup. Susah sekali menemukan seperti mereka, pun mungkin juga sulit menjadi mereka yang harus mengerti bagaimana seorang alvin sebenarnya.

Seiring berjalannya waktu saya semakin mengerti bahwa tidak pernah ada yang tinggal tetap. Mereka didatangkan memang untuk ditakdirkan pergi. Banyak sekali orang yang saya kenal, namun mereka tidak mengenal saya. Banyak sekali pendekatan yang saya lakukan, untuk tau sejauh mana keterbukaan dan pertemanan itu bisa terjalin. Ada beberapa (eh bukan beberapa, tapi banyak) yang terseleksi oleh alam. Entah karena kesibukan masing-masing, entah karena masih banyak diluar sana yang lebih up-to-date daripada saya untuk dijadikan seorang teman (dekat) dan banyak alasan realistis lainnya.

Sedari kecil, ibuk dan bapak telah melatih untuk mengikuti apa saja kegiatan yang ada, kini saya mengerti supaya wawasan dalam mengenal kepribadian orang teruslah berkembang, sekalipun sekali lagi memang tidak akan pernah ada yang tinggal tetap.

Namun betapa banyak hal yang bisa saya syukuri dengan terusnya bertumbuh, karena bertumbuh bukan hanya urusan fisik dan katakanlah kedewasaan. Dalam konteks kualitas ada yang lebih jauh mencakup kedewasaan ialah sosial dalam ia berteman, bertetangga, berrelasi antara senior dan junior, tua dengan muda, kondisi berpunya dan kondisi yang tidak berpunya sama sekali, dan masih banyak hirarki lainnya. Kedewasaan mencakup wawasan bagaimana kita seharusnya menempatkan diri dalam menjadi lawan bicara, lawan diskusi bahkan hanya sekedar sebagai yang saling menyapa.

Kembali kepada beberapa daftar pencarian orang yang hanya segelintir ini. Perjalanan selama 22tahun ups and downs, it changes me a lot. Dan pagi hari ini saya masih stuck pada kotak nyaman yang sedang berusaha saya bangun dan sulit sekali dibangun dengan orang baru. Saya tidak tau ini kapan berahir.

Padahal jika saya harus menelisik kembali jauh ke belakang, perkara membatasi diri telah banyak menjadi bumerang bagi saya pribadi. Berulang kali saya mendiskusikan ini dengan daftar pencarian orang.

Betapa rumitnya saya mengurai benang merah yang ada pada diri saya sendiri.

Alvin yang menyukai kesederahanaan tapi tetap saja rumit.

Meja kerja, 180716

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s