[Ramadhan 06] Ujian Kebaikan

Pagi hari ini campaign yang saya pasang semalam di kitabisa.com mengenai THR untuk sepasang pedagang tunanetra sudah berhasil live. Broadcast message juga sudah saya lakukan, ke banyak grup-grup messenger. Namun saya merasakan sesuatu yang ganjil. Terus berusaha untuk husnudzon dan banyak beristighfar, saya mengalihkan perhatian dari pikiran-pikiran negatif.

Malam hari saya putuskan untuk menelepon ibuk. Setelah panjang lebar saya bercerita hanya berikut tanggapan ibuk ;

Wong arep berbuat apik kui mesti enek ujiane, sing sabar, sing kuat sing semangat

(Orang mau berbuat hal baik itu pasti ada ujiannya, yang sabar yang kuat yang semangat)

Saya takut dzholim pada donatur – donatur, saya takut kalau menurut pandangan si A dan si B atau si C, Pak Sandi dan Bu Cuplik tidak layak mendapat donasi tersebut. Masih ada yang lebih perlu dibantu dan masih banyak tanggapan sejenis lainnya.

Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan jahat yang saya takutkan. Tapi ketika saya mengingat ucapan ibuk, lagi-lagi niat saya luruskan seperti semula. Urusan bagaimana jadinya nanti, biar Allah yang mengukur dan menentukan *masih mencoba menenangkan diri* :’D

Hidup untuk menghidupkan. Dalam skup pemikiran seorang muslim yang telah dikaruniai akal pikiran oleh Allah, selayaknya saya harus terus berkembang untuk menghidupkan kehidupan. Khoirunnas anfauhum linnas

alvinareana, 06 Romadhon 1437H, 110616

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s