[Ramadhan 05] Membersamai Bertumbuh

Tidak biasanya sms yang saya kirim ke Adik tidak dibalas hingga berhari-hari. Setidaknya via sms saja, dia masih mau menanggapi. Meskipun hanya dengan jawaban singkat. Namun tipikalnya yang cuek tidak membuat saya begitu kaget dengan responnya.

Rasa khawatir terhadap pergaulan dan lingkungan tetap saja muncul. Ditambah dengan, pekan kemarin saya mengunjungi kampung tempat melaksanakan pengabdian masyarakat 3 tahun silam. Menempati sebuah rumah dengan keluarga kecil ; ibu bapak, dan dua adikkecil. Cukup membuat saya selalu betah ‘pulang’ kesana meskipun harus ditempuh dengan perjalanan 2 jam normal dan jalan berliku pegunungan. Tapi itu justru menjadi daya tarik saya untuk tidak melupakan mereka.

Di suatu pagi menjelang siang, ketika adik-adik sepulang sekolah mereka memutuskan mengajak obrol saya seputar kegiatan saat ini dan bermain-main bergelayutan di tangan dan kaki *abaikan* Namun si bungsu tiba-tiba berseru “Mbak, dik Rista mau nonton TV dulu ya” saya biarkan ia berlari menuju ruang tengah kemudian si kakak menimpali dengan “Adik lho saiki seneng lihat e India mbak” Saya menanggapinya dengan heran “Kok bisa?”

Dari ruang depan saya memanggil Rista dengan suara setengah keras “Dik Rista main lagi yuk sini”
Kalian tau apa jawabannya? “Ndak mau mbak, lihat ini lho seru” -_____-

Saya semakin bingung, anak sekecil itu sudah kecanduan tayangan-tayangan televisi yang entah dibagian mana edukasi yang bisa ia dapatkan. Saya beristighfar sembari tersenyum menghampiri Rista. “Dik, ayo nonton kartun aja di laptop mbak. Pasti belum nonton ini” bujuk saya padanya

“Film kartun opo to mbak?” “Cobak tak delok e disik (Coba saya lihatnya dulu)”

Alhamdulillah Tita dan Rista akhirnya menuruti ajakan saya. Sambil geleng-geleng kepala, saya memikirkan bagaimana nasib anak-anak kedepannya?
Ketika tayangan-tayangan televisi tidak lagi bermutu, pengaruh internet dan media sosial sudah semakin merajalela. Orang tua harus benar-benar mampu menjadi kawan bagi mereka untuk terus membersamai mereka bertumbuh. Sedikit saja lengah, pengaruh yang dihasilkan sangat akan berhasil membentuk kepribadian mereka.

Lalu pertanyaan saya (kepada diri sendiri)–

Sudah bisakah saya menjadi kawan, teman, sahabat bagi anak-anak?
Bisakah saya menjadi anak-anak kembali untuk tahu mereka harus dibersamai dengan cara seperti anak-anak pula.

Semoga kita sama-sama peduli masa depan bangsa, ada ditangan mereka.

alvinareana, 05 Romadhon 1437H, 100616

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s