[Ramadhan 02] Perantara Kebaikan

Dalam kajian kitab sore tadi Gus Ashif mengungkapkan bahwasanya, semua urusan kita yang menangani Allah, directly. Selama bulan Romadhon, tidak ada campur tangan dari malaikat atau utusan Allah siapapun.

Seketika saya fikir adalah kesempatan seperti ini tidak akan datang jika bulan Romadhon tidak datang. Maka apa yang mau disia-siakan lagi?
Semoga Allah senantiasa memberi kita ke itiqomahan iman dan islam, amiiin.

Saya menyadari bahwa manusia rentan sekali berubah, hatinya mudah sekali terbolak-balik, ketika niat sudah memupuk tinggi sekalipun kondisi sudah mendukung tidak menutup kemungkinan bahwa bisa saja ia berubah ditengah perjalanannya.

Kemudian saya berfikir ulang, kalau bulan Romadhon syaitan-syaitan dikurung, lalu siapa yang bisa mematahkan niat baik itu? Tidak lain tidak bukan, jawabannya adalah diri kita sendiri. Maka saya membuat beberapa poin seperti berikut.

Tawar-menawar

Kita tidak perlu menimbang-nimbang hal baik yang ada. Bahkan saya percaya, bulan Romadhon Allah akan selalu menegur kita lewat hal-hal baik. Semua wujudnya baik, apalagi hasilnya. Tapi untuk ngedapetin sesuatu yang baik selalu ada pressure dibalik itu semua, tapi percaya kalo Allah nggak pernah ninggalin kita sedikitpun. Kebaikan akan selalu bertumbuh, meskipun prosesnya lama. Tapi semakin cepat kebaikan itu disebar, semakin cepat pula dampak yang akan dirasakan. Itu kenapa kita tidak memerlukan hal-hal yang bisa membuang waktu untuk sebuah kebaikan, begitu kan?

Proses

Setiap yang kita lakukan selalu memiliki proses dibalik perjalanannya. Sekalipun itu hal-hal yang berwujud instan. Padahal dalam artikata instan adalah ujug-ujug jadi.
Tapi hidup sendiri adalah sebuah proses, anak manusia lahirpun melalui proses yang panjang. Begitu pula dengan kebaikan. Kebaikan akan selalu menemui jodohnya, termasuk jodoh yang berwujud ujian. Tidak ada kebaikan yang diperjuangkan mulus-mulus saja, lempeng tidak ada ujian satupun. Karena selama kita hidup, ujian itu akan selalu ada.
Proses selalu menawarkan jalan yang beragam macamnya, harus jatuh bangun di caci maki dan lain sebagainya. Tapi bagi mereka yang percaya akan proses maka ia akan menemui fase selanjutnya dengan hati yang tenang..

Hasil

Hebatnya hasil dari buah kebaikan biasa saya sebut ajaib. Kebaikan selalu memiliki koneksi-koneksi yang terhubung. Kebanyakan dari koneksi tersebut adalah kasat mata. Tidak terlihat sekilas, meskipun kita mengenal lama atau dekat. Ada saja yang menghubungkan kebaikan. Saya selalu menyukai hal ini. Kita tidak pernah menyadari bahwa sejatinya kita tidak pernah sendirian untuk menjadi perantara kebaikan. Ini pula yang membangun mindset saya bahwa, percaya saja dimanapun dengan siapapun, unggulkan positive thingking. Biarkan niat dan hati yang bicara. Hasilnya maka Allah yang tentukan.
Mari kita sama-sama mengoreksi diri, membenahi niat karena sejatinya jika kita berbenah kita hanya perlu untuk meningkatkan diri kita pada satu level keatas dari sebelumnya. Bukan memperbaiki, karena memperbaiki dilakukan jika diri kita ada yang rusak. Semoga kita bisa sama-sama memetik hikmah dari hal-hal yang sederhana. Jangan tunda-tunda kebaikan. Kita tidak pernah tau keajaiban seperti apa yang akan ia hasilkan.

Selamat menjalankan puasa.

alvinareana, 02 Romadhon 1437 H. 070616

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s