Hujan dan Perasaan

Duduklah aku bersama ibu siang itu. Ada perbincangan ringan yang berhasil membekas dalam ingatan. Ibu menceritakan apa saja seolah memberitahu tidak perlu ada yang dirisaukan.

Derasnya hujan diluar membuat suasana begitu cepat terasa gelap.

Perasaan itu mungkin ibarat hujan nduk. Biar saja jatuh. Biar. Kalau dido’akan yang baik, diusahakan yang baik, ia akan menumbuhkan. Tapi kalau dido’akan saja tidak, diusahakan dengan cara yang kurang baik, ia bisa membahayakan. Menjadi banjir dan air bah. Membawa penyakit.

Hujan siang itu, ibu membaca hatiku.

Dalam fiksi. alvinareana, Donomulyo 040616
H-2 Ramadhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s