Ina Tantri Nareswari

 

Berpuluh-uluh topik tulisan yang mbak tulis, tapi tidak satupun ada yang berwujudkan ceritamu dek. Lupa kapan terakhir kali menulis tentangmu.
Kalau mbak punya banyak alasan untuk menolak akui rindu, memang tak ada satupun alasan yang berani mbak akui didepanmu.

Jpeg

Karna merindumu memang tidak pernah habis mbak lakukan.

Tidak mampu mendampingimu bertumbuh adalah salah satu perasaan bersalah yang amat setelah semakin lama mbak menyadari usia inipun semakin bertambah.
Namun, setidaknya.. selalu ada alasan untuk bersyukur bahwa kondisi kita jauh lebih baik daripada anak-anak diluar sana yang bisa dilihat tak seberuntung kita.
Apapun yang sampean lakukan saat ini, sedang apa, bagaimana kabar persiapan olimpiade, bagaimana kabar pramuka di sekolah, atau bahkan bagaimana kondisi badanmu yang sempat terforsir untuk banyak hal. Percayalah tak ada satupun yang sia-sia.

Dua puluh satu tahun yang hampir habis ini, mbak baru menemukan apa yang sejatinya harus dilakukan dalam hidup, mereview ulang semua niat, memaafkan masa lalu,
berdamai dengan kesalahan diri. Mungkin ada yang berpendapat bahwa ini semua jauh terlambat. Tapi, besarkanlah hati bahwa untuk belajar dan memperbarui diri tidak
pernah ada kata terlambat asalkan kita mau terus mencoba. Semua mbak lakukan dengan berproses yang tidak sebentar. Memang sulit, memang berat. Membersamai ibuk dan
bapak, mengetahui kondisinya ketika harus dibawah dan bagaimana kita harus banyak bersyukur atas apapun yang kita punya selama ini.

Meskipun entah kapan, sampean benar-benar memahami apa maksud tulisan ini. Mbak tidak pernah ragu untuk mencintaimu sepenuh hati. Terus berupaya mendewasakanmu dari jauh, karena hanya sejauh ini yang bisa dilakukan. Toh, betapa cueknya adek mbak ini. Ingin sekali bisa jadi tempatmu curhat, ingin sekali bisa memberimu rambu-rambu
apa saja baik untuk dilakukan dan tidak.

Satu tahun terakhir akan membuatmu menjadi super sibuk, menjadi pemburu informasi dimana harus berlabuh. Menyambung nafas pendidikan, dan Allah telah menyediakan surga bagi hambaNya yang berpayah-payah menuntut ilmu, InsyaaAllah. Pastikan sudah memenuhi ruang penasaran dengan berita-berita yang bermanfaat kelak. Mulai perhitungkan langkah, jangan jadi seperti mbak yang baru tau akan di lukis seperti apa kehidupan esok hari. Karena peta dunia yang sudah dicorat-coret dikamar mbak itu, tidak boleh  cuma jadi coretan.

Tidak ada yang mudah setelahnya dek, ketahuilah ketika kesulitan menghampirimu.. sungguh Allah sedang mengharapkanmu untuk semakin mendekat.

Di Malang dari mbakmu yang makin sayang, 020316

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s