Masihkah ada waktu?

Assalamu’alaikum.

Semoga masih senantiasa dikuatkan dalam kebaikan.

Masih dengan ‘curhat’ yang mampu saya tulis disini. Berharap dari susunan huruf yang ada dapat memberikan hikmah dan manfaat. Untuk siapapun, jikalau menemukan tempat untuk singgah sejenak, disini 🙂

Mengingat beberapa hari ke belakang, diantara malam-malam yang panjang, dan masih dikamar dengan 5 penghuni. Saya sering teringat akan kematian. Siapa saja, pun dengan orang-orang terdekat. Lalu tumpahlah seketika. Beruntun dengan isakan.

Sebagai anak, saya belum pernah merasa hidup yang telah saya jalani duapuluhsatu tahun lamanya menabung pundi-pundi kebaikan yang dapat membantu proses hisab  di alam kubur nantinya. Itu untuk diri saya sendiri. Belum jatah yang harus saya tabung untuk orang tua, sebagai tabungan akhirat yang tidak akan pernah terputus amalannya. Yaitu anak sholeh dan sholihah.

Mengingat, tidak akan pernah ada yang faham sejauh mana diizinkan untuk berjalan, sampai kapan diizinkan untuk terus hidup.

Jika tak dimulai satu pun langkah kebaikan. Meskipun, everything shall pass. Semuanya akan terlewati, tapi tidak dengan hidup setelah kehidupan saat ini. Lalu, Allah menjadikan tools yang ada di kehidupan saat ini memang untuk dipersiapkan pada akhirnya di akhirat nanti.

Mari saling ingatkan kebaikan

Sekian catatan pertumbuhan diri, semoga ini mampu mengingatkan.

Meja kerja, 15.45

Wassalam..

Advertisements

Afnan (1)

Afnan : Buk, Afnan gak mau jadi anak laki-laki yang lemah.
Ibu : 🙂
Afnan : Afnan kan harus jagain Dek Syifa buk.. Ibu : Rasulullah pernah mengatakan mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah. Mas Afnan pasti bisa jadi anak laki-laki yang tangguh!

Afnan : Supaya bisa disayang ayah sama ibuk aja Afnan berusaha masak ke Allah dan Rasulullah enggak?

Ibu : ……

Dalam fiksi. alvinareana, 020216