Perihal Jodoh

Ketika kita telah jauh berproses, melakukan perbaikan dan memantaskan diri lalu bagaimana jika ternyata jodoh kita tidak sebanding dengan usaha? atau sebaliknya bagaimana jadinya jika ternyata kita yang belum merasa sebanding dengan jodoh yang kita bayangkan?

Cukuplah wanita-wanita ini menjadi panutan kalian, yaitu :
Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad dan Asiyah binti Muzahim

– HR. Ahmad dan Tirmidzi

Diantara keempatnya, salah satu diantaranya adalah Asiyah binti Muzahim (Istri Raja Fir’aun)
Asiyah yang hidup di tengah kedzoliman mendapat suami seperti Fir’aun, beliau tidak lantas berhenti untuk memperjuangkan kemuliaan Islam. Mengasuh dan menyayangi Nabi Musa. Ketaqwaannya pada Allah tidak berkurang sedikitpun.

Kisah Nabi Nuh dan Nabi Luth

Nabi Nuh dan Nabi Luth adalah nabi-nabi yang dipilih Allah untuk menerima risalah dan menyampaikannya kepada kaum mereka. Keduanya pun mengemban risalah dengan sebaik-baiknya, mengajak kaum mereka yang durhaka agar kembali kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya.
Namun, keduanya mendapatkan cobaan Allah yang Maha Adil berupa pengkhianatan istri, yang tidak menerima ajaran kebaikan mereka.

Tidakkah itu semua cukup untuk dijadikan contoh?

Bahkan makhluk yang dicipta Allah sesempurna para nabi dan orang-orang terdahulu diberi ujian oleh Allah berupa jodoh dengan takdirnya masing-masing.

Kita sering lupa, bahwa apa-apa yang dilakukan semata hanya untuk mendapat ridho-Nya. Mengusahakan sedemikian rupa, memantaskan diri dan bermetamorfosa dengan ekspektasi bahwa ia adalah sosok yang sebanding dengan apa yang ada pada diri dan apa yang telah di upayakan.

Jauh dari itu, bukankah hidup ini bermuara pada ketetapan-Nya?

Wallahu’alam

Semoga apapun ketetapan hidup yang digariskan Allah untuk kita adalah alasan yang akan selalu menumbuhkan rasa syukur.

ntms

Ngawi, 06 Agustus 2014

Advertisements